Kamis, 10 Januari 2019

Mekanisme Kerja Akun Robot

Setelah pembaca mengetahui mengenai akun robot dan AI. Kali ini kita akan membahas mengenai mekanisme kerja akun robot. Sebagaimana kita ketahui saat ini adalah jaman edan-edannya sosial media, banyak perusahaan berlomba-lomba menjadikan platformnya menjadi sosial media terbaik di dunia yang banyak dipakai dan memberikan layanan terbaik bagi penggunanya. Pengguna sosial media adalah end-user yakni layaknya masyarakat biasa yang bebas kepentingan tertentu. Jika diibaratkan adalah kumpulan masyarakat yang ada di pinggir jalan atau di warung kopi yang ngobrol, bersenda gurau dan tanpa kepentingan apapun.

Kali ini penulis akan menitik beratkan penggunaan akun robot pada masa pilpres atau pemilu pada umumnya. Seperti halnya kita tahu atau setidaknya penulis dan yang seumuran tahu :D bahwa pada jaman dulu kampanye akan ramai di daerah yang padat dan strategis. Disitulah akan dipasang berbagai baliho dan dilaksanakannya kampanye. Di daerah yang lebih sepi cenderung lebih jarang dilakukan meskipun ada juga sih yang kampanye. Informasi yang diberikan dan baliho yang terpampang memberikan efek grafitasi sendiri bagi masyarakat tempatan untuk membicarakannya dan memilih jagoannya berdasarkan informasi yang mereka dapat dan juga faktor “mayoritas” masih akan selalu berperan.

Sekarang dengan berkembangnya platform sosial media. Masyarakat dapat saling terhubung layaknya saat terhubung di warung kopi dengan saat kita terhubung di dunia maya. Kita melihat informasi yang ada di sosial media dan saling ngobrol membahas suatu topik atau sekedar menyapa dan bersilaturahmi secara online. Lebih lanjut sosial media gratis tersebut dapat menyimpan data kita dalam masa yang panjang, tentunya mereka juga mendapat benefit dari iklan yang mereka tayangkan. Yaa... sma-sama dapatlah.

Seirinjg banyaknya pengguna sosial media trutama di Indonsia. Tntunya tidak bisa di sia-siakan bgitu saja oleh jagoan yang akan berlaga saat pemilu. Ya, namanya jagoan punya program dan misi dan impian baik membangun negeri kalau tidak ada yang tahu akan hal itu siapa juga yang akan memilih, ya nggak? Maka dari itulah kampanye juga dilakukan dengan sosial media. Namun demikian sosial media bukanlah hal yang mudah. Banyaknya pengguna berarti postingan kita akan cepat tenggelam dan digantikan oleh informasi yang baru. Bagaimana agar informasi yang akan disampaikan terlihat oleh orang banyak? Caranya adalah dengan menjadikannya trending dengan menjadikannya dilihat oleh orang banyak dan di share oleh orang banyak termasuk like dan komen akan otomatis menjadikannya trending. Yang berarti informasi yang akan disampaikan akan sampai ke calon pemilih secara lebih luas.
Mengingat besarnya pengguna dengan informasi yang masuk di sosial media. Untuk menjbol hal tersebut, kini banyak orang membuat akun palsu alias robot untuk membuat informasi yang dilakukan jagoan semakin banyak dibaca orang. Lalu bagaimana akun-akun tersebut dikelola? Akun-akun tersebut dikelola dengan automation tool untuk sosial media. Ya, yang mengelola orang juga. Namun demikian akun-akun tersebut dapat melakukan fungsi-fungsi seperti yang dilakukan oleh pngguna sosial media biasa scara otomatis. Seperti contohnya memberikan like, komen dan share secara otomatis. Si pengelola akun robot memasukkan berbagai variabel yang sesuai untuk mendukung informasi yang akan disampaikan, lalu AI akan menarget akun pngguna yang mmiliki ksamaan variabel, yakni kata dalam postingan kita atau pun variabel lain seprti siapa yang kita ikuti dan apa yang kita sukai.

Tak kalah pntingnya adalah hastag, melalui akun-akun robot hastag dapat dibuat oleh sekian orang nampaknya, padahal akun-akun robot yang membuatnya. Semakin banyak yang menggunakan hastag semakin trending bukan? Semakin trending menciptakan efek grafitasi dan menjadikan semakin banyak orang yang tertarik terhadap seorang sosok atau program kerja.

Namun demikian, tak selamanya hal tersebut dimaksudkan untuk menyampaikan maksud dan tujuan baik dari sang peserta pemilu. Sering kali hal yang akan diramaikan adalah hal negatif dari pesaing. Baik hal yang memang merupakan kekurangan, ya siapa yang tak punya kekurangan. Dan jika tidak ada kekurangan yang bombastis maka diciptakanlah informasi palsu atau hoax yang kemudian disebarkan dan dengan mesin akun robot penyebarannya menjadi semakin masif. Banyak juga masyarakat banyak yang termakan isu hoax dan ikut menyebarkan informasi palsu tersebut. Akan tetapi akun robot masih memiliki berbagai keunggulan karena sifatnya yang tidak mengenal lelah dan selalu dapat bekerja non stop membombardir dunia sosial media.


Lalu apa yang bisa kita lakukan? Yang dapat kita lakukan adalah dengan mereport atau melaporkan kepada platform sosial media terkait jika informasi yang kita terima tahu pasti kepalsuannya. Atau mungkin kita melihat akun dengan foto-foto selebritis yang kita kenal tapi dengan nama lain. Jelas itu indikasi akun robot yang menyembunyikan sesuatu untuk tujuan tertentu. Sekian dari saya. Semoga pemilu kali ini damai dan menghasilkan pemimpin yang terbaik bagi rakyat Indonesia dan dapat mengemban amanah dari pendiri bangsa bapak Ir. H. Soekarno.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar