Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Januari 2019

Televisi Dan Youtube

Generasi muda pasti lebih kurang untuk menonton televisi dibandingkan dengan generasi yang lebih tua. Hal ini dikarenakan munculnya fenomena baru, yakni youtube. Youtube meropakan media tempat berbagi video yang notabenenya adalah gratis. Pembaca dapat membagikan apapu yang berupa video pada situs youtube tersebut. Youtube saat ini merupakan situs yang dimiliki oleh perusaan raksasa google. Seperti layaknya platform yang dimiliki google yang lain seperti gmail, adsense, adword, drive, dan mesin pencarinya sendiri mereka menuai sukses besar dalam dunia dot com. Apakah semua yang dimiliki google berujung kesuksesan? Sepertinya tidak, misalnya platform google plus yang kurang diminati. Konon kabarnya platform tersebut ditutup pada agustus 2019. Sungguh disayangkan karena penulis sendiri beberapa tahun yang lalu cukup aktif dalam platform tersebut. Namun karena sepinya linkran yang ada membuat enggan untuk sering membuka platform tersebut karena isinya orang-orang itu saja. He

Untuk generasi yang mengalami jaman internet susah ditemukan dan kecepatannya sangatlah lelet seperti penulis tentu ingat beberapa situs untuk berbagi video seperti youtube. Salah satunya adalah metacafe. Metacafe merupakan situs seperti youtube yang merupakan tempat berbagi video secara gratis. Sepertinya popularitas dari metacafe bahkan mengungkuli popularitas dari youtube. Jaman dahulu nih ceritanya, banyak video-video yang saling di copy paste kan ke komputer teman adalah video hasil unduhan dari situs tersbut. Mulai dari video-video kreatif hingga video-video motifasi yang banyak diputar oleh mahasiswa tingkat awal. Maklum saja lah buat para pembaca yang termasuk mahasiswa tingkat akhir yang seakan tiada akhir. he

 Selain metacafe situs tempat berbagi video yang lain adalah dailymotion. Tak kalah menariknya pada situs tersebut terdapat banyak konten yang menarik yang patut juga untuk kita tengok sehari-sehari.
Fenomena youtube merebak setelah situs tersebut dibeli oleh google. Pada awalnya banyak yang mempermasalahkan mengenai banyaknya iklan yang muncul setelah dibeli oleh google. Namun bersamaan dengan berkembangnya sosial media nampaknya masalah tersebut dapat diredam. Pasalnya banyak konten kreator yang merupakan kumpulan orang-orang kreatif yang mengunggah konten-konten mereka ke situs tersebut. Sebagai akibatnya konten yang ada di youtube semakin bervariasi.

Selain itu, konten kreator yang mengunggah kontennya ke youtube memperoleh benefit dari iklan yang ditayangkan bersamaan dengan video yang mereka tampilkan. Hal ini merangsang konten kreator lain untuk ikut meramaikan youtub dengan konten yang lebih brvariasi sesuai dengan minat dan bidang masing-masing. Mulai dari video mengenai makanan, gaming, hingga pndidikan disajikan dalam platform berbagi video youtube. Persaingan yang ketat menjadikan konten kreator untuk membuat video yang semenarik mungkin sehingga akan semakin banyak yang menonton video yang dibuat. Sebagai dampaknya akan semakin besar pula pendapatan yang akan di dapat dari channel youtube mereka. Dari pendapatan tersebut kemudian dapat digunakan lagi untuk membuat konten yang lebih berkualitas dan variatif.


Lanjut ke Bagian Dua Mengenai Televisi Dan Youtube

Mengenai Televisi Dan Youtube

Adanya konten yang variatif dan berkualitas tersebut dan dengan adanya internet yang makin memadai dngan harga yang variatif. Kini youtub menjadi platform sumbr multimedia yang digemari generasi muda. Bahkan dapat dikatakan bahwa sumber hiburan utama generasi muda sekarang berasal dari youtube selain platform sosial media dan gaming. Youtube perlahan mulai menggeser peran televisi sebagai sumber hiburan bagi masyarakat.

Bahkan dekarang generasi tua yang susah mengoperasikan android pun mulai menggunakan youtube sebagai sumber multimedia mereka menggantikan channel televisi. Melalui telpon genggam kapan pun dimanapun berbagai video dapat ditonton asalkan ada internet dan terlebih dapat diputarkembali tak layaknya saluran televisi yang tak dapat diputar kembali.

Apakah televisi akan semakin redup dengan adanya platform ini? Sepertinya gejalanya tidak akan demikian. Karena televisi juga selalu berinofasi dan mengembangkan berbagai acara yang mereka tayangkan. Selain itu televisi juga kini dapat diakses dengan situs streaming online dan bahkan juga dapat diakses melalui youtube baik melalui video rekaman mereka yang diunggah ke youtube ataupun melalui live streaming televisi yang ada di youtube.

Bahkan video yang disajikan oleh stasiun televisi memiliki kualitas yang lebih baik. Mengingat perusahaan televisi memiliki berbagai staf yang dapat menunjang informasi dan kualitas video menjadi lebih bagus dari pada konten kreator yang sebagian besar merupakan single fighter atau pun hanya sebagian orang saja yang memiliki berbagai keterbatasan dari modal untuk merekam video dan suara, editing hingga ke pembuatan konten itu sendiri.

Terlebih channel yang dibuat oleh stasiun televisi bukan malah meredupkan pamornya justru malah menjadi sarana promosi bagi stasiun televisi. Sebagai contohnya channel salah satu program berita yang selalu hot yang ditayangkan televisi swasta di Indonesia memiliki rating yang tinggi setiap kali tayang. Hal ini bukan hanya berkat konten yang ditayangkan memang ramai, melainkan juga promosi dalam tanda kutipm yang dilakukan cukup gencar pada berbagai platform. Salah satunya adalah dengan menyediakan potongan-potongan video yang diunggah ke youtube dengan viewer untuk satu videonya bisa mencapai miliaran view. Hal ini akan semakin menarik minat penonton umtuk menyaksikan acara tersebut baik melalui perangkat televisi maupun dengan melihatnya melalui live streaming dari youtube.

Stasiun televisi swasta yang lain bahkan selalu melakukan live streaming melalui youtube. Stasiun televisi yang ini cenderung lebih muda dibandingkan dengan stasiun-stasiun televisi yang ada di Indonesia. Meskipun demikian stasiun tersebut merupakan miliki perusahaan besar yang telah mengakar dalam bidang pemberitaan.


Dengan demikian fenomena youtube yang ada cenderung tidak mematikan stasiun televisi lokal yang telah ada sebelumnya. Justru malah saling mengisi yang pada akhirnya adalah menyajikan tontonan yang dapat dinikmati oleh pemirsanya. Sebagai timbal baliknya mereka mendapatkan revenue dari iklan yang ditayangkan, dang si penmgiklan akan mendapatkan benefit dari produk yang dibeli oleh pemirsa televisi.

Kamis, 03 Januari 2019

Sejarah Mie Instan di Indonesia

Sejarah Mie Instan di Indonesia

Pembaca pasti tahu dong betapa lezatnta menyantap mie instan. Apalagi mie instan di Indonesia yang kaya akan rempah dan citarasa yang ternyata tidak ditemui di negara lain. Bahkan kabarnya, mie instan produk dalam negeri yang diekspor memiliki cita rasa yang berbeda dari pada produk yang didistribusikan di dalam negeri, jadi beruntunglah kita. Sudah enak, murah lagi. Ada sederetan brand mie instan terkenal yang pasti pembaca sudah kenal seperti halnya indomie (indomie goreng, indomie soto, indomie kuah, indomie rebus), mie sedaap (mie sedaap goreng, mie sedaap cup, mie sedaap tasty) sarimi, supermi (supermi ayam bawang, supermi extra), dan masih banyak lagi. Harganya pun terbilang bersaing ketat, jadi harga supermi, harga mie sedaap, dengan harga indomie goreng 1 pcs tidak lah terlalu jauh bedanya.
Tapi jangan makan mie terus ya, apapun kalau berlebihan pasti tidak bagus dan jangan lupa aturan makan mie instan yang ada di label belakang bungkusnya. Karena mie instan ternyata memiliki nutrisi yang terbilang rendah. Dalam satu paket mie instan memiliki karbohidrat dan lemak yang tinggi namun memiliki serat, vitamin, protein dan mineral yang terbilang rendah. Sedangkan tubuh kita memerlukan asupan nutrisi yang lengkap untuk bisa bekerja dengan baik. Apabila kerja tubuh terkendala, maka akan muncul lah berbagai penyakit yang pasti tidak kita inginkan.
Selanjutnya akan kita ulas mengenai sejarah mie instan di Indonesia setalah pembaca tahu bagaimana sejarah mie instan, jika belum bisa baca artikel sebelumnya. Ternyata dari berbagai merk mie yang ada di Indonesia yang pertama kali memperkenalkannya adalah supermi yang di produksi oleh Indofood sukses makmur yang ternyata adalah produsen mie instan terbesar di dunia, patut bangga dong jadi orang Indonesia. Produk yang pertma tama dikenalkan adalah indomie dan sarimi. Pangsa pasar mereka masih merajai di Indonesia dengan 70%, bahkan sempat mencapai 90% pada era 90an. Persentase tersebut menurun akibat persaingan antara indomie dan mie sedaap yang sempat meroket.
Dari awal diperkenalkannya mie instan di Indonesia pada tahun 1970 an hingga kini dari sabang sampai ke Papua masyarakat mengenal adanya produk mie instan. Hingga kini perkembangannya, banyak warung yang menyajikan masakan berupa hidangan mie instan yang menarik seperti mie instan seperti bungkusnya, penyajian mie instan dibuat sama seperti pada bungkusnya. Selain seperti yang sudah kita kenal menu mie instan di warung burjo. Ke depannya pasti ada inofasi lain yang patut kita coba juga tentunya.

Rabu, 02 Januari 2019

Bagaimana Sejarah Mie Instan

 Bagaimana Sejarah Mie Instan

Musim hujan seperti ini pasti sering dong kita rasanya tiba-tiba menjadi malas untuk keluar rumah atau kos-kosan nyaman kita. Apalagi nih, pas gede-gedenya hujan, pas itu juga kita kelaparan. Apa nih solusi buat perut yang kelaparan, apalagi kalau bukan mengandalkan stok makanan instan yang ada di kediaman kita. Salah satunya adalah stok mie instan yang enak, cepat dan mudah untuk disajikan, eits.. tapi jangan lupa aturan makan mie instan dan saran memasak nya ya biar tidak berefek buruk pada kesehatan kita. Jadi pembaca perlu juga untuk membaca apa yang ada di label belakang bungkus mie instan dengan rasa kesukaan kita.
Buat pembaca penggemar mie instan tahu tidak mengenai sjarah mie instan? Kalau tidak boleh deh lanjut baca artikelnya. Kalau sejarah di Indonesia bida juga baca Bagaimana sejarah mie instan di Indonesia.
Mie instan diciptakan oleh pak Momofuku Ando pada tahun 1958 di negeri sakura Jepang. Teknik yang digunakan dalam membuat mie adalah dengan cara mengeringkannya, makanan yang dikeringkan akan berefek pada lamanya masa simpan suatu makanan. Bahkan, dalam kasus mie instan ini mie instan kering memiliki masa simpan yang lebih lama jika dibandingkan dengan mie yang didinginkan dalam es atau freezer.
Fakta menarik dari mi instan ini adalah bahwa pada asalnya ia mrupakan makanan yang terbilang mewah, mengingat harganya yang bisa 5 kali lipat lebih mahal daripada mie yang ada di pasaran. Namun demikian mie instan menjadi populer dengan keunggulannya yang menjadikannya digemari di brbagai penjuru dunia. Seiring dengan banyaknya permintaan maka turunlah harga dari mie instan itu sendiri.
Pada perkembangan selanjutnya perusahaan yang sama mengembangkan produknya dengan menambahkan sayuran kring dalam kemasan cup nya. Jadi hanya dengan menambahkan air panas dalam paket mie instan kita sudah menyajikan paket lengkap dari sebuah hidangan mie layaknya diolah secara tradisional di pasaran.
Dari tahun ke tahun banyak perusahaan yang kemudian mengembangkan varian mie instan dengan citarasa khas daerah masing-masing dengan jenis mie yang berbeda pula. Murah dan praktis nya makanan tersebut menjadikannya digemari di seluruh penjuru bumi. Hingga saat ini hampir seluruh penduduk dunia mengenal adanya mie instan. Menarik bukan?.

label

serba serbi
ekonomi
sains
humanoria
travel