Sudah masa kampanye aja nih, perasaan baru kemaren ramai
gonjang-ganjing pilpres yang sempat memecah belah masyarakat di negeri tercinta
ini. Semoga pemilu kali ini lebih baik yah. Bagi yang aktif di berbagai media
sosial tentunya kita sering kali mendapati berbagai share link ataupun berita
yang berisikan tentang data atau sekedar tulisan mengenai prestasi dan
kapabilitas dari jagoan kita atau musuh jagoan kita yang di share oleh orang-orang
di sekitar kita dalam dunia maya. Tentunya banyak informasi yang benar
disebarkan di dunia maya, namun tak jarang informasi yang kita terima adalah
informasi buatan yang palsu atau lebih akrab dikenal dengan istilah HOAX. Bahakan
tak jarang kini pembaca mendengar tentang istilah akun robot yang
mengendalikan, akun robot yang menyebarkan, akun robot menjadi mesin penyebar
informasi tersebut. Jika pembaca tertarik bisa dibaca mengenai Mekanisme KerjaAkun Robot.
Belakangan juga muncul adanya berbagai kasus kriminal yang
muncul akibat adanya berita hoax dan dianggap meresahkan masyarakat tersebut. Juga
munculnya berbagai kasus yang muncul akibat penghinaan terhadap oknum pejabat
dengan berbagai gambar editan yang dianggap melecehkan atau menghina martabat
seseorang. Dan jika kita amati pula di berbagai situs online dunia hal tersebut
juga terjadi pada tokoh-tokoh dunia, bukan hanya terjadi di negara kita. Untuk
lebih adilnya kita mengambil contoh dari dua kutub dunia yang selama ini
dianggap mewakili, yakni Amerika Serikat dan Rusia. Sering kali kita melihat
gambar-gambar editan dari tokoh seperti Trump dan Vladimir Putin, yang sungguh
membuat mereka terlihat “receh” meskipun mereka adalah tokoh dari negara superpower.
Namun demikian kita belum pasti apakah di negara sana terjadi adanya peristiwa
penangkapan dengan adanya kebebasan pendapat dan berekspresi terhadap pemimpinnya?
entahlah.
Kembali ke akun robot, bagi orang awam pasti akan
membayangkan bahwa akun robot dikendalikan oleh robot-robot super canggih dngan
tangan bsinya dngan kepala berajah seram menghadap sebuah komputer untuk senantiasa
menyebarkan informasi baik yang benar maupun salah untuk kepentingan pihak yang
mereka bela di berbagai aplikasi media sosial, seperti facebook, instagram
maupun aplikasi alternatif instagram, dan sosial media lainnya. Jika pembaca berpikiran demikian maka pembaca
juga seakan tertipu oleh istilah yang ada nih. Akun robot sebenarnya adalah
akun yang dikendalikan oleh sebuah artifisial intllignce atau intelegensi
buatan yang berwujud kode-kode pemprogaman yang disusun berdasarkan algoritma
yang dari waktu ke waktu berkembang menjadi semakin pintar dengan banyaknya
informasi yang kita berikan ke mereka.
Loh kok kita? Iya benar, kita juga mengambil peran dalam
membuat AI (artificial intellignce) tersebut menjadi semakin pintar. Hal ini
karena semua perusahaan sosial media besar seperti facebook (instagram serta whatsapp),
twitter, serta social media lainnya bergantung kepada AI yang tim mereka
kembangkan karena besarnya jumlah user atau pengguna yang tidak mungkin di
tangani oleh manusia atau mungkin lebih tepatnya diperlukan karyawan dengan
jumlah yang sangat besar untuk menangani jumlah pengguna yang besar. Oleh karena
itu termasuk perusahaan sosial media terbesar yakni facbook mngembangkan AI
untuk menangani berbagai masalah yang ada di platform mereka baik web maupun melalui
aplikasi selulernya. Jika AI belum mampu mngatasi maka tugas akan diberikan kepada
admin yang merupakan manusia yang menilai apakah masalah yang terjadi harus
dibagaimanakan berdasarkan rasa manusia mereka bukan algoritma yang dibuat
untuk memutuskan sebuah keputusan.
Selain perusahaan sosial media, AI juga dipakai oleh google
dengan mesin pencariannya maupun berbagai platform dibawahnya yang telah kita
kenal seperti youtube dan google plus. Juga pengembang semacam seprti yahoo serta
bing dibawah naungan bendera microsoft.
Algoritma-algoritma tersebut diwujudkan dalam sebuah bentuk
software automasi atau automation software yang terpasang pada komputer untuk
mengendalikan kerja dari sebuah sistem tertentu. Sistem yang ada ini dapat
menampung informasi yang kita berikan kepada mereka. Loh tunggu dulu! Saya kan
tidak membrikan informasi apa-apa kepada mereka? Tunggu dulu jangan nge-gas
dong. Kita lanjutkan ke Mengenal Akun Robot dan Artifisial Intelligence BagianKedua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar